KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar)i meluncurkan dan mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA) di MAN 2 Tenggarong, pada Senin (22/12/2025).
Kegiatan launching ini menjadi langkah awal penguatan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak di Kukar.
Asisten II Setkab Kukar, Ahyani Fadianur, mengatakan deklarasi Sekolah Ramah Anak di MAN 2 Tenggarong merupakan inisiatif langsung dari pihak sekolah. Menurutnya, MAN 2 menjadi sekolah pertama yang memulai komitmen tersebut dan diharapkan menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya.
“Deklarasi sekolah ramah anak ini dimulai dari MAN 2. Ini murni inisiatif dari pihak sekolah. Prinsip sekolah ramah anak itu antara lain tidak ada bullying, saling bersikap baik, positif, sopan, dan santun antar sesama,” ujar Ahyani.
Ia berharap dengan adanya deklarasi tersebut, seluruh warga sekolah dapat berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Dengan demikian, berbagai perilaku negatif seperti perundungan dan tawuran dapat dicegah sejak dini.
“Kita harapkan anak-anak bisa berbuat baik, saling menghargai, dan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, Hero Suprayetno, menegaskan bahwa deklarasi Sekolah Ramah Anak merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).
“Pendidikan yang ramah anak adalah salah satu indikator utama Kabupaten Layak Anak. Karena itu, kita mendorong seluruh sekolah di Kutai Kartanegara untuk menjadi sekolah ramah anak, salah satunya melalui deklarasi seperti ini,” jelas Hero.
Menurutnya, MAN 2 Tenggarong ditetapkan sebagai salah satu pilot project Sekolah Ramah Anak di Kukar. Penetapan tersebut didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana, seperti Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), perpustakaan yang terstandarisasi nasional, serta sejumlah prestasi di tingkat lokal maupun nasional.
“Kita yakin MAN 2 mampu mewujudkan sekolah ramah anak dan menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Hero berharap seluruh sekolah di Kukar dapat berkembang menjadi sekolah inklusif dan ramah, yang memberikan ruang aman bagi anak untuk tumbuh dan meningkatkan kualitas pendidikannya. Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi kepala daerah dalam peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.
“Sekolah ramah anak ini adalah bagian dari upaya terintegrasi. Harapannya, MAN 2 Tenggarong benar-benar bisa mencerminkan nilai-nilai tersebut dan menjadi contoh bagi sekolah lain di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ltf/fdl)










