Home / Advertorial / Infrastruktur / Pemerintah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Pemkab Kukar Bersama TNI Genjot Infrastruktur Pertanian di Loa Kulu Melalui TMMD ke-130

Pembukaan  TNI Manunggal Membangun Desa ke-130 di Kecamatan Loa Kulu (Latif/Eksposisi)

Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa ke-130 di Kecamatan Loa Kulu (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama TNI memperkuat sinergi pembangunan wilayah pedesaan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Lapangan Bola Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, pada Selasa (13/10/2026).

TMMD ke-130 difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian, di Desa Jembayan Tengah sebagai lokasi pelaksanaan program.

Sejumlah pekerjaan fisik yang direncanakan meliputi peningkatan jalan usaha tani, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan MCK, gorong-gorong, jembatan kayu, serta renovasi musala.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan TMMD merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah dengan TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat pembangunan hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menjelaskan, salah satu sasaran utama TMMD ke-130 adalah peningkatan jalan usaha tani yang panjangnya mencapai lebih dari dua kilometer. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempermudah akses petani menuju lahan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas pertanian di Desa Jembayan Tengah dan sekitarnya.

“Sekitar 100 hektare lahan yang akan terbantu dengan adanya kegiatan ini dan ini tentunya akan meningkatkan produktivitas daripada petani,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan akses jalan pertanian tidak hanya berkaitan dengan kemudahan mobilitas, tetapi juga diharapkan berdampak terhadap efisiensi biaya produksi dan distribusi hasil panen.

Baca Juga :  Dinas PU Kukar Prioritaskan Jalan Usaha Tani dan Pariwisata di 5 Kecamatan

Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat mendukung peningkatan nilai tukar petani sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

Aulia juga menyambut baik pelaksanaan TMMD yang dinilai sebagai program berkelanjutan antara Pemkab Kukar dan TNI.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga percepatan pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa yang membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.

Sementara itu, Dandim 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman, menjelaskan TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan wilayah, terutama di pedesaan.

Penentuan Desa Jembayan Tengah sebagai lokasi kegiatan telah melalui proses perencanaan yang diajukan sejak 2025 melalui usulan musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes).

Ia menyebutkan, Desa Jembayan Tengah dipilih dengan mempertimbangkan posisi strategisnya sebagai salah satu wilayah penghubung, termasuk menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain itu, desa tersebut memiliki potensi pertanian yang membutuhkan dukungan infrastruktur, terutama untuk meningkatkan akses dan pengairan lahan.

Dalam pelaksanaan TMMD ke-130, Kodim 0906/Kukar melibatkan sebanyak 150 personel TNI dari berbagai satuan. Personel tersebut turut didukung unsur Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang didatangkan dari Balikpapan untuk menjalankan berbagai sasaran pembangunan selama program berlangsung.

Baca Juga :  Tahun 2024 Pemkab Kutim Akan Menggelar Expo UMKM Secara Berkala

“Untuk sasaran fisik, kita melaksanakan peningkatan jalan usaha tani sepanjang 2.163 meter menggunakan agregat lokal, pembangunan lima unit MCK, renovasi lima rumah tidak layak huni, renovasi satu musala, pembangunan gorong-gorong, serta pembangunan lima jembatan kayu,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, penyuluhan stunting, serta program keluarga berencana dan kesehatan.

Kegiatan tersebut dilengkapi dengan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat dan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

Untuk mendukung ketahanan pangan, program ini turut mencakup pembangunan lima titik sumur bor yang diharapkan dapat membantu kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Dukungan tersebut diarahkan untuk menunjang pengelolaan lahan pertanian sekaligus memperkuat produktivitas sektor pangan di wilayah Desa Jembayan Tengah.

Benny menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-130 Kodim 0906/Kukar ditargetkan selesai pada 11 November 2026. Melalui program tersebut, pemerintah daerah dan TNI berharap pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan masyarakat, serta penguatan sektor pertanian dapat berjalan beriringan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.

“TMMD ini menjadi akselerator pembangunan di wilayah, khususnya desa. Kami berharap seluruh sasaran yang telah direncanakan dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Jembayan Tengah,” tutupnya. (ltf/fdl/adv)

Share :

Baca Juga

Olahraga dan Kesehatan

Pertama di Kaltim, RSUD AM Parikesit Siapkan Gedung Pelayanan Pasien Kanker Secara Terintegrasi

Advertorial

Dispora Kukar akan Menggelar Enterpreneurship Fest pada Bulan Desember

Pemerintah

Pemkab Kukar Dorong Efektivitas Pengelolaan Jasa Konstruksi, Asuransi Tenaga Kerja Jadi Sorotan Utama dalam FGD

Advertorial

Fasilitasi Siswa Tuangkan Karya Tulis, SMPN 2 Tenggarong Buat Program Wartawan Cilik

Advertorial

Bupati Kukar Kunjungi dan Beri Bantuan Bagi Korban Kebakaran

Advertorial

Fraksi KIR DPRD Soroti Pertanggungjawaban Anggaran Pemkab Kutim 2023

Advertorial

Wakil Ketua I DPRD Kaltim Menyebut Persiapan PEDA XI KTNA di Kubar Mencapai 90 Persen

Pemerintah

Kukar Land Festival 2023 Terapkan Konser Ramah Lingkungan, Hingga Sediakan Area Khusus Penyandang Disabilitas