KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai merealisasikan Program Seragam Sekolah Gratis bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Program yang menjadi bagian dari Kukar Idaman Terbaik itu kini memasuki tahap pendistribusian anggaran ke masing-masing sekolah setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 selesai dilaksanakan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, pendistribusian bantuan baru dapat dilakukan setelah sekolah menyelesaikan pendataan jumlah peserta didik beserta ukuran perlengkapan yang dibutuhkan. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
“Setelah proses SPMB ditutup, pihak sekolah melakukan identifikasi ukuran baju, celana, sepatu, topi, dan perlengkapan sekolah lainnya. Anggarannya sudah kita siapkan, sehingga sekarang sudah mulai terdistribusi ke sekolah-sekolah,” ujar Aulia Rahman Basri, pada Sabtu (18/7/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menerapkan dua mekanisme penyaluran program. Cara tersebut dipilih agar tidak ada siswa yang terlambat mengikuti kegiatan belajar mengajar hanya karena belum menerima seragam baru.
Mekanisme pertama, siswa diperbolehkan sementara mengenakan pakaian biasa atau seragam dari sekolah sebelumnya hingga seragam baru tersedia. Sementara mekanisme kedua menggunakan sistem reimbursement, yakni orang tua dapat membeli perlengkapan sekolah terlebih dahulu, kemudian biaya pembeliannya diganti melalui sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dua mekanisme ini kita benarkan untuk memastikan anak-anak sekolah kita mendapatkan perlengkapan sekolah sebagaimana yang dibutuhkan,” katanya.
Aulia menegaskan, bantuan tidak disalurkan secara terpusat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar. Sebaliknya, anggaran dikirim langsung ke masing-masing sekolah melalui skema Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berdasarkan jumlah peserta didik yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurutnya, setiap siswa telah memiliki alokasi anggaran yang telah diperhitungkan dalam penyusunan program sehingga sekolah tinggal menyesuaikan dengan data yang dimiliki.
“Pembiayaan kita turunnya ke sekolah masing-masing sesuai data Dapodik. Jadi setiap anak mendapatkan budgeting sebagaimana yang sudah kita sepakati sebelumnya,” jelasnya.
Pemkab Kukar juga menargetkan seluruh proses penyaluran bantuan perlengkapan sekolah dapat rampung pada akhir Juli 2026. Meski demikian, pelaksanaan di lapangan akan tetap dievaluasi mengingat kondisi dan kesiapan masing-masing sekolah bisa berbeda-beda.
Selain memastikan proses distribusi berjalan lancar, pemerintah daerah juga mengimbau para orang tua untuk aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah apabila membutuhkan informasi mengenai program seragam gratis tersebut. Program ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus memastikan seluruh anak di Kukar memperoleh hak pendidikan tanpa terkendala biaya perlengkapan sekolah.
“Harapan kita, seluruh anak-anak Kutai Kartanegara bisa mendapatkan perlengkapan sekolah ini sebagaimana yang menjadi program Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Kukar Idaman Terbaik,” pungkasnya. (ltf/fdl)










