Home / Bisnis / Ekonomi / Pemerintah

Kamis, 22 Juni 2023 - 17:14 WIB

Perusahaan Pengelola Sirkuit Mandalika Merugi Rp100 Miliar, Kementerian BUMN Anggap Wajar

Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika

JAKARTA, eksposisi.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kerugian yang dialami oleh perusahaan pengelola Sirkuit Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dalam ajang balap motor World Superbike (WSBK) mencapai Rp 100 miliar, adalah hal yang wajar.

Staf Khusus Menteri BUMN III Arya Sinulingga menjelaskan awalnya ajang WSBK menjadi pendorong pertama untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia saat pandemi Covid-19. Saat itu, pariwisata di Indonesia dianggap sangat baik dan siap.

Karena ajang WSBK merupakan awal yang dilakukan untuk mendorong pariwisata, maka ia menilai wajar kalau mengalami kerugian.

“Jadi kalau ada rugi, ya wajarlah, karena di mana-mana namanya promosi pertama ya memang rugi. Mana ada orang promosi jualan, untung, kalau semua harus jual, untung, semua bahagia. Semua akan masuk ke bisnis itu. Ini nggak, karena kondisinya nggak ini (terimbas pandemi), makannya kami masuk, dan itu bukan soal kerugian, ini soal penugasan,” kata Arya Sinulingga.

Baca Juga :  Disdikbud Kukar Ajak Masyarakat Ikut Berperan Majukan Kebudayaan, 10 Objek Pemajuan Kebudayaan Ditetapkan

Arya pun menjelaskan awalnya Sirkuit Mandalika seharusnya dibangun investor, tetapi saat itu kondisinya pandemi. Di mana investor enggan memberikan investasi untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

“Nggak siap mereka (investor). Maka BUMN masuk, membangun infrastruktur yang harusnya dibangun investor. Jadi ini adalah sebuah rangka untuk mendorong pariwisata,” jelasnya.

Indonesia saat itu ingin menunjukkan bahwa bisa pulih lebih dulu di tengah pandemi Covid-19. Jadi ajang WSBK itu menjadi modal awal Indonesia untuk bangkit dan lebih dulu dari negara lain, terutama dari sektor pariwisata.

“Indonesia mau tunjukkan bahwa kita bangkit lebih dulu dari negara lain, dan ada yang namanya pariwisata. Pariwisata adalah sektor industri paling terpukul pada saat corona. dan ketika itu ada momen yang namanya WSBK, tahun 2021 akhir kalau gak salah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Holding BUMN industri aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, berencana akan menghapus ajang balap motor WSBK dari Sirkuit Mandalika. Karena, WSBK dinilai tak menarik bagi sponsor bahkan menimbulkan kerugian besar.

Baca Juga :  Ultimate Winter Driving Tips

Direktur Utama InJourney Dony Oskaria mengatakan, ajang tersebut tidak menarik bagi sponsor hingga mendatangkan kerugian Rp100 miliar. Angka tersebut memberikan sumbangsih terbesar dari kerugian yang dibukukan Sirkuit Mandalika.

“Itu sebetulnya event tidak menarik, crowd, dan tidak menarik juga secara sponsorship. Ini berdampak Rp 100 miliar daripada kerugian kita,” kata Dony dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, di Senayan, Jakarta, Rabu (14/6) lalu.

Oleh karena itu, Dony mengatakan pihaknya saat ini dalam proses negosiasi untuk penghapusan ajang ini dari Sirkuit Mandalika. Harapannya, ke depan beban perusahaan juga akan ikut berkurang.

“Kami akan melakukan renegosiasi untuk menghilangkan WSBK, sehingga WSBK-nya akan turun. Akan kita hilangkan sehingga tidak akan muncul biaya di dalam penyelenggaraan WSBK,” jelasnya. (adm)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Pansus DPRD dan BPKAD Kaltim Sepakat Raperda Pengelolaaan Keuangan Daerah Menjadi Perda

Advertorial

BPBD Kukar akan Membangun Pos Pemadam Kebakaran di Sejumlah Kecamatan

Advertorial

Maksimalkan Aset Milik Daerah, Dinas PU Kukar Melakukan Konsinyering

Advertorial

Ardiansyah Sulaiman Buka Turnamen Panahan Bertajuk TAT Bupati Cup Kutim 2023

Advertorial

Safari Ramadan, Bupati Kukar Sahur Bergama Keluarga Besar Muhammadiyah

Advertorial

Guru PPPK Minta Kenaikan TPP, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Menyebut Akan Perjuangkan

Pemerintah

Rangkaian Peringatan Peristiwa Merah Putih, Pemkab Kukar Gelar Festival Kota Juang di Kecamatan Sanga-sanga

Advertorial

Kepala Disdikbud Kukar Harapkan Calon Peserta PPG Bisa Lulus Sertifikasi