Home / Hukum - Kriminal / Infrastruktur

Sabtu, 11 April 2026 - 17:03 WIB

Polisi Buru Pelaku Pencurian Tembaga di Gedung Ekraf Kukar, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp1 Miliar

Gedung Ekraf Kukar (Latif/Eksposisi)

Gedung Ekraf Kukar (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Kasus pencurian komponen tembaga di Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali terjadi dan memicu sorotan terhadap sistem pengamanan aset milik pemerintah daerah.

Peristiwa ini menjadi yang kedua dalam kurun waktu berdekatan, dengan kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Bangunan yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kukar tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran pencurian serupa. Hingga kini, kedua kasus masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Tenggarong, Iptu Makmur Jaya, menyampaikan bahwa laporan kasus terbaru telah diterima sejak Februari lalu, sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Laporannya masuk sebelum bulan puasa. Ini kejadian kedua, sementara yang pertama masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga :  Maksimalkan Aset Milik Daerah, Dinas PU Kukar Melakukan Konsinyering

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diduga menargetkan tembaga yang terdapat pada instalasi pendingin ruangan (AC) di dalam gedung. Aksi tersebut dilakukan dengan membongkar bagian sambungan tembaga.

“Yang diambil adalah tembaga pada instalasi AC. Nilai kerugian ditaksir di atas satu miliar rupiah,” jelasnya.

Lokasi instalasi yang berada cukup jauh di dalam bangunan menguatkan dugaan bahwa pelaku memiliki waktu dan akses yang cukup leluasa saat menjalankan aksinya. Bahkan, pelaku diduga menggunakan kendaraan untuk mengangkut hasil curian.

Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan terkait sistem pengamanan gedung, mengingat kejadian serupa bisa terulang tanpa adanya pencegahan maksimal dari pihak pengelola.

Baca Juga :  Ketua Komisi X DPR RI Dorong Perangkat Desa di Kukar Kolaborasi Bersama BRIN dan BRIDA untuk Perkuat Inovasi

Selain memburu pelaku utama, kepolisian juga mulai menelusuri kemungkinan adanya pihak penadah yang membeli barang hasil curian tersebut.

“Kami juga fokus ke pembeli. Dari sana bisa ditelusuri siapa yang menjual,” katanya.

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, Polsek Tenggarong telah berkoordinasi dengan kepolisian di sejumlah daerah lain, termasuk Samarinda dan Balikpapan.

Hingga saat ini, belum ada tersangka yang berhasil diamankan dan proses penyelidikan masih terus berlangsung.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap pelaku serta jaringan yang terlibat,” pungkasnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Bupati Edi Damansyah Resmikan Jembatan Desa Tukung Ritan di Kecamatan Tabang

Advertorial

Peningkatan Infrastruktur Jalan Penghubung Antar Kecamatan Jadi Prioritas Dinas PU Kukar

Advertorial

Dinas PU Kukar Pastikan Landmark Tuah Himba Menyala Saat Tahun Baru 2024

Advertorial

Atasi Permasalahan Pertanian Desa Loh Sumber, Dinas PU Kukar Bangun Jaringan Irigasi

Infrastruktur

Proyek Pembangunan Landasan Pacu Bandara IKN Memasuki Tahap Akhir

Hukum - Kriminal

Kejari Kukar Melakukan Komitmen Bersama Wujudkan WBK dan WBBM

Advertorial

Bidang BinaMarga Dinas PU Kukar Kerjakan Jalan dan Jembatan Senilai Rp869 Miliar Tahun 2023

Hukum - Kriminal

Pengajar Pesantren Lecehkan 7 Santri Dituntut 15 Tahun Penjara, Korban Masih Trauma Hingga Mengalami Penolakan di Sekolah