Home / Advertorial / Pemerintah

Selasa, 7 Mei 2024 - 10:16 WIB

Program 1 Desa 1 Nakes Untuk Tingkatkan Status Desa di Kukar

Arianto - Kepala DPMD Kukar

Arianto - Kepala DPMD Kukar

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) yakni bidan dan perawat di setiap desa masih menjadi tantangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk segera diselesaikan. Yaitu melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.

Hal tersebut untuk meningkatkan status desa melalui indikator Indeks Ketahanan Sosial. Kepala DPMD Kukar, Arianto menyebutkan, sejauh ini masih banyak desa-desa yang belum memiliki tenaga medis.

Berdasarkan informasi yang dia terima, Dinas Kesehatan belum bisa mengangkat nakes baru yang akan ditempatkan di desa.

Baca Juga :  Bupati Kukar Menghadiri Perayaan HUT ke-43 SMPN 3 Tenggarong, Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Majukan Pendidikan

Untuk memenuhi indikator tersebut, DPMD Kukar membuat kebijakan dengan menjalankan program 1 desa 1 bidan 1 perawat. Sehingga pemerintah desa setempat bisa menganggarkan dan mengangkat tenaga kesehatan.

“Kami berikan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) untuk mengangkat tenaga medis, bidan dan perawat bagi desa-desa yang belum memiliki nakes,” kata Arianto.

Pelaksanaannya, tetap berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan. Mereka menyiapkan secara teknis melalui Puskesmas dan menetapkan desa mana yang membutuhkan bidan dan perawat. Sedangkan pembayaran bulanan nakes tetap menjadi tanggung jawab pemerintah desa.

“Untuk pembayaran honorarium atau insentif tenaga kesehatan itu melalui desa,” sambungnya.

Baca Juga :  Pemdes Giri Agung Maksimalkan Peran BUMDes untuk Mengelola Sektor Pertanian

Hanya saja, kata Arianto, masih ditemukan kendala di lapangan seperti belum tersedia sumber daya manusia (SDM) di masyarakat setempat. Salah satunya desa di Kecamatan Tabang. Ketika melakukan proses rekrutmen namun tidak ada yang mendaftarkan diri.

“Ada beberapa desa yang sudah kita anggarkan dananya tapi belum ada yang bersedia mengisi di desa tersebut, karena orang setempat tidak ada SDM-nya, dan dari luar pun masih belum berani kesitu,” tutupnya. (adv/prokom/kukar)

Share :

Baca Juga

Olahraga dan Kesehatan

Dispora Kukar Siasati Keterbatasan Anggaran Jelang Agenda Olahraga 2026

Advertorial

Orang Tua Diminta Lakukan Pendampingan Anak saat Transisi PAUD Menuju SD

Advertorial

Turut Ambil Bagian Sebagai Penyangga IKN, Desa Loa Duri Ulu Kembangkan Sektor Pertanian

Advertorial

Pemkab Kutim Tingkatkan Kompetensi Guru Dalam Mengajarkan Al-Quran

Advertorial

Mengenang Jasa Pahlawan, Ketua DPRD Kukar Bersama Forkopimda Ziarah ke TMP Bukit Biru

Pemerintah

Dendi Suryadi-Alif Turiadi Pastikan Maju Pilkada Kukar, Miliki Dukungan 29 Kursi Parlemen

Advertorial

Bupati Kukar Meresmikan Polindes dan Rumah Bidan di Desa Loa Lepu

Advertorial

Run Street Ramadan Kukar Idaman Cup Beri Dampak Positif Bagi Pelaku UMKM