KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, bertemu dan berdialog langsung dengan Forum Pedagang Pasar Tangga Arung, pada Sabtu (20/12/2025).
Pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau kondisi terkini pasar yang direncanakan akan segera diresmikan dan dioperasionalkan pada awal Januari 2026.
Aulia mengatakan kunjungan tersebut dilakukan secara santai sembari melihat langsung dinamika di lapangan. Dalam kesempatan itu, ia berdiskusi dengan para pedagang terkait proses pengisian petak, kesiapan operasional, serta berbagai persoalan yang masih dihadapi menjelang peresmian pasar.
“Kita bertemu teman-teman forum pedagang, melihat situasi terkini di pasar yang rencananya akan kita resmikan dalam waktu dekat. Kita diskusikan bagaimana pengisian petak dan kesiapan operasionalnya,” ujar Aulia.
Dari hasil dialog, para pedagang menyatakan bahwa pasar pada prinsipnya sudah siap untuk dioperasionalkan. Pemerintah daerah pun menargetkan peresmian pasar dapat dilakukan pada awal Januari mendatang.
“Dengan tegas tadi disampaikan bahwa pasar ini sudah siap kita operasionalkan. Insyaallah awal Januari sudah bisa kita resmikan,” katanya.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis yang disampaikan oleh forum pedagang, terutama terkait ukuran dan bentuk beberapa petak yang terdampak struktur bangunan sehingga dinilai kurang representatif.
“Ada beberapa kendala, terutama soal petak yang terkena struktur bangunan sehingga ukurannya lebih kecil. Ini akan kita carikan solusinya, termasuk kemungkinan penggantian dengan petak yang lebih representatif jika masih tersedia,” jelasnya.
Terkait proses pengundian, Bupati menegaskan bahwa seluruh pedagang Pasar Tangga Arung lama telah terakomodir di pasar yang baru. Jumlah petak di Pasar Tenggarong saat ini bahkan lebih banyak dibandingkan pasar sebelumnya.
“Semua pedagang yang dulu berdagang di Pasar Tangga Arung sudah terakomodir di pasar ini. Jumlah petaknya jauh lebih banyak. Memang masih ada laporan beberapa petak kosong untuk diverifikasi, tetapi prinsipnya tidak ada pedagang yang tertinggal,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar selaku leading sector pengelolaan pasar untuk memastikan penataan berjalan adil dan transparan, sehingga tidak menimbulkan gejolak di kemudian hari.
“Yang terpenting, semua pedagang terakomodir dengan baik, sehingga operasional pasar bisa berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan sosial,” pungkasnya. (ltf/fdl)









