Home / Advertorial / Pemerintah

Sabtu, 16 November 2024 - 11:42 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Kutim Sebut Pentingnya Intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan Dalam Pencegahan Stunting

Bahrani - Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur

Bahrani - Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur

KUTAI TIMUR, eksposisi.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Bahrani menanggapi terkait pentingnya intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai langkah kunci dalam mencegah stunting.

Ia mengungkapkan stunting merupakan kondisi hambatan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis, yang masih menjadi perhatian serius di Kalimantan Timur (Kaltim).

“1.000 hari pertama kehidupan mencakup 270 hari selama kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini adalah waktu emas untuk memastikan anak tumbuh sehat dan berkualitas,” ungkap Dr. Bahrani baru-baru ini.

Pemerintah setempat telah mengimplementasikan berbagai program untuk mengatasi stunting. Salah satunya adalah pemberian nutrisi yang cukup bagi ibu hamil dan anak.

Baca Juga :  Tukin di Sejumlah Kementerian dan Lembaga akan Mengalami Kenaikan Hingga 80 Persen

Selain itu, pemantauan rutin terhadap tinggi dan berat badan bayi dengan alat antropometri juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi stunting sejak dini.

“Pengukuran ini sangat penting. Jika masalah terdeteksi lebih awal, intervensi gizi bisa segera dilakukan,” tambahnya.

Bahrani juga mengungkapkan bahwa angka stunting di Kalimantan Timur menunjukkan tren penurunan.

Namun, ia menekankan perlunya pembaruan data secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan.

“Peningkatan kesadaran masyarakat dan program edukasi untuk calon ibu sangat membantu menekan angka stunting. Anak-anak yang tumbuh sehat akan menjadi generasi yang cerdas dan produktif di masa depan,” jelasnya.

Baca Juga :  Disdikbud Kukar Dukung Pelestarian Budaya Lokal Lewat Film dan Bahasa Daerah

Pemerintah optimistis bahwa dengan fokus pada masa kritis 1.000 hari pertama kehidupan, generasi muda di Kalimantan Timur akan tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Ia berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk mendukung pencegahan stunting. Menurutnya, masalah ini adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

“Nutrisi yang baik pada anak-anak kita hari ini akan menentukan masa depan bangsa,” tutupnya. (adv/pemkab/kutim)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Ketua DPRD Kukar Berharap Dana Kurang Salur dari Pemerintah Pusat Segera Ditransfer

Advertorial

Raih Peringkat 3 di Popda Paser, Dispora Kukar Fokus Target Juara Umum Porprov Berau

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Komitmen Tanggulangi Masalah Anak Putus Sekolah

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Akan Koordinasi ke Pemprov Kaltim Terkait Kekurangan Ruang Kelas SMA/SMK

Advertorial

Pemkab Kutim Berupaya Melengkapi Fasilitas Pemadam Kebakaran

Advertorial

Pemkab Kukar Hibahkan Rp2 Miliar untuk Penyediaan Blanko e-KTP

Advertorial

Beseprah Erau Adat Kutai 2026, Bupati Kukar: Tradisi Raja Menjamu Rakyat Harus Terus Dipertahankan

Advertorial

Dishub Kukar akan Melakukan Operasi Penertiban Kendaraan yang Berlebihan Muatan