KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menggelar Forum Jasa Konstruksi tahun 2025 di Hotel Grand Fatma, Tenggarong, pada Kamis (9/10/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, dan diikuti lebih dari 270 peserta dari berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, asosiasi jasa konstruksi, hingga dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Sunggono menegaskan bahwa forum seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih berkualitas.
Menurutnya, kemajuan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh sinergi antara pemerintah, penyedia jasa, dan masyarakat konstruksi.
“Forum jasa konstruksi ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi wadah untuk membangun kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan. Sinergi dan komunikasi yang baik akan menciptakan hasil pembangunan yang efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dalam setiap pekerjaan konstruksi.
Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur di Kukar harus berwawasan lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang.
“Pembangunan fisik harus sejalan dengan upaya menjaga kelestarian alam. Jangan sampai pohon yang ditebang di kawasan kota tidak tergantikan, karena pohon adalah bagian penting dari keseimbangan ekosistem,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Ia berharap setiap kegiatan konstruksi di Kukar mengedepankan prinsip keterbukaan dan profesionalisme agar masyarakat merasakan manfaat yang nyata.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, dalam laporannya menjelaskan bahwa Forum Jasa Konstruksi 2025 dilaksanakan berdasarkan amanat peraturan perundang-undangan, di antaranya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021.
Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha jasa konstruksi, dan tenaga kerja konstruksi.
“Forum ini menjadi ruang diskusi dan konsultasi bersama untuk mencari solusi terhadap berbagai tantangan di sektor jasa konstruksi. Melalui komunikasi yang terbuka, kita bisa meningkatkan mutu, keselamatan kerja, dan daya saing jasa konstruksi di Kukar,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, forum ini dikemas melalui seminar, paparan narasumber, serta sesi diskusi panel yang menghadirkan perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kukar dan Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI).
Mengusung tema “Bina Konstruksi Kutai Kartanegara Mewujudkan Masyarakat Konstruksi yang Berkualitas Menuju Kukar Idaman Terbaik.
“Harapannya melalui kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun sektor jasa konstruksi yang profesional, transparan, dan berwawasan lingkungan,” pungkasnya. (adv/prokom/kukar)










