KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Barisan Relawan Kebakaran (Balakar) di tingkat desa dan kelurahan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi potensi kebakaran.
Aulia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan dukungan yang cukup besar untuk penanganan karhutla. Menurutnya, hal tersebut terlihat dari kesiapan personel dan upaya pemadaman yang dilakukan secara langsung ketika titik kebakaran masih dapat dijangkau oleh petugas.
Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan karhutla menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan daerah. Tidak hanya mengandalkan BPBD dan Damkar, pemerintah juga melibatkan relawan kebakaran yang tersebar di masing-masing desa dan kelurahan untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.
“Penanganan karhutla kita sebenarnya alokasi yang kita miliki di Kukar itu jauh lebih besar. Teman-teman bisa menyaksikan sendiri bagaimana penanganan kita terhadap api, selama api itu bisa kita jangkau,” ujarnya pada Jumat (31/10/2026)
Menurutnya, kesiapan personel di lapangan sejauh ini cukup baik. Baik petugas Damkar, BPBD maupun Balakar telah memiliki kesiapan untuk melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.
Aulia juga menyinggung kejadian karhutla yang sempat menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya di Kecamatan Kenohan. Wilayah tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik konsentrasi penanganan setelah adanya informasi mengenai kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.
Berdasarkan pemantauan terbaru yang dilakukan pemerintah daerah, kondisi kebakaran di Kenohan kini sudah dapat dikendalikan oleh petugas setempat. Meski demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan situasi di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
“Memang kemarin sempat kita lihat ada informasi terbaru, itu terjadi di daerah Kenohan dan konsentrasi kita ke sana. Nah, hari ini kami monitor sudah bisa dikendalikan oleh teman-teman yang ada di sana,” jelasnya.
Aulia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah tidak hanya sebatas pengerahan personel dan peralatan pemadaman. Pemenuhan kebutuhan operasional juga menjadi perhatian agar petugas dapat menjalankan tugasnya secara optimal, terutama ketika harus melakukan penanganan dalam waktu yang cukup panjang.
Ia memastikan ketersediaan logistik dan bahan bakar minyak (BBM) bagi petugas di lapangan terus diperhatikan. Sebab, kedua kebutuhan tersebut menjadi faktor penting dalam menunjang mobilitas personel maupun operasional peralatan selama proses pemadaman berlangsung.
“Kita dari pemerintah daerah selalu men-support itu. Karena kami ingin memastikan bahwa logistik teman-teman di lapangan itu terpenuhi, BBM teman-teman di lapangan itu terpenuhi dan ini dikelola dengan baik,” ungkapnya.

Aulia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel BPBD, Damkar, serta relawan Balakar yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla di Kukar. Ia menilai kesigapan dan koordinasi antarpersonel menjadi modal penting bagi daerah dalam mengendalikan kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki tantangan akses menuju lokasi kejadian.
Dengan dukungan operasional dan kesiapan seluruh unsur tersebut, Pemkab Kukar berharap penanganan karhutla dapat terus berjalan optimal. Pemerintah daerah juga berkomitmen memastikan kebutuhan petugas tetap terpenuhi agar setiap kejadian kebakaran dapat segera direspons dan dikendalikan sebelum meluas.
“Kami yakin dan percaya dengan dinas BPBD kami, dengan Damkar kami yang begitu sigap, ini bisa kita manage dengan baik,” pungkasnya. (ltf/fdl/adv)










