KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Semangat kepahlawanan dan budaya literasi akan dipadukan dalam Forum Literasi Publik bertajuk “Pahlawan Nasional Sultan Aji Muhammad Idris: Spirit Masa Silam dan Teladan Masa Kini” yang digelar di Atrium Tangga Arung Square, Tenggarong, pada Senin (18/5/2026).
Kegiatan kolaborasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kutai Kartanegara (Kukar) dan Lasaloka-KSB itu menjadi bagian dari peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) 17 Mei dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei.
Forum ini dirancang dalam format talkshow dan diskusi publik yang kasual, interaktif, namun tetap berbobot.
Ketua SMSI Kukar, Angga Triandi menyatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendekatkan sejarah kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih relevan dan komunikatif.
“Sejarah sering dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari, padahal banyak nilai perjuangan dan kepemimpinan yang masih relevan sampai hari ini. Karena itu, forum ini ingin menghadirkan sejarah sebagai sumber inspirasi,” ujarnya.
Sultan Aji Muhammad Idris sendiri dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Kalimantan Timur (Kaltim). Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pertama dari Kaltim. Ia juga tercatat sebagai pemimpin pertama Kesultanan Kutai yang menyandang gelar sultan.
Selain memiliki pengaruh dalam sejarah perjuangan Nusantara, Sultan AM Idris juga mempunyai hubungan keluarga dengan komunitas Paser dan Wajo setelah menikah dengan putri Paser yang merupakan cucu Raja Wajo.
Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang akan hadir dalam forum yang dipandu oleh jurnalis Bobby Lolowang.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, dijadwalkan membawakan subtopik “Membangun Kukar dengan Warisan Kepahlawanan Sultan Aji Muhammad Idris”.
Selain itu, Ada Al Ali Murrabbaniah yang menyandang gelar Pemuda Pelopor Kaltim 2024 Bidang Pendidikan akan membahas perspektif generasi muda dan inspirasi kepemimpinan masa kini.
Sementara sejarawan publik Muhammad Sarip akan mengulas konteks sejarah dan relevansi Sultan Aji Muhammad Idris dalam kehidupan masa kini. Diskusi nantinya dipandu oleh jurnalis Bobby Lolowang sebagai moderator.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wita dengan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, penggiat literasi, dan masyarakat umum.
Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog lintas generasi sekaligus upaya menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap sejarah lokal dan budaya literasi. (adm/fdl)





