KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kesehatan anak-anak yang terlibat dalam rangkaian kegiatan Erau di tengah kondisi udara yang dipengaruhi debu dan asap.
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, pengaturan waktu menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mengurangi paparan terhadap kondisi udara selama proses persiapan kegiatan.
Menurutnya, waktu latihan akan dimanajemen dan dipercepat. Sebagian peserta juga tidak melakukan latihan setiap hari, melainkan tiga hari sekali. Lapangan yang digunakan untuk latihan turut disemprot agar tidak terlalu berdebu.
“Kalau untuk Erau mungkin dari sisi waktu kita harus manajemen waktu, itu nanti kita percepat dan saat ini yang latihan juga sebagian tiga hari sekali itu disemprot lapangannya supaya tidak berdebu,” ujarnya saat ditemui, pada Selasa (8/9/2026).
Selain mengurangi paparan debu, Disdikbud Kukar juga mendorong anak-anak yang mengikuti latihan menari untuk menggunakan masker. Hal tersebut nantinya akan dikoordinasikan dengan komunitas yang bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan Erau.
Heriansyah mengatakan, latihan para peserta juga tidak dilakukan secara penuh dalam satu waktu. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kondisi fisik anak selama persiapan kegiatan.
“Kita berharap anak-anak kita ini tidak ada yang mengalami ISPA atau diare karena kondisi debu saat ini atau asap saat ini,” ujarnya.
Untuk mendukung kesehatan peserta, Disdikbud Kukar juga meminta adanya dukungan tenaga medis dan vitamin bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan.
Kebutuhan tersebut telah dikoordinasikan dengan komunitas yang menyelenggarakan kegiatan.
“Kita menyiapkan tenaga medis dan vitamin untuk para anak-anak yang melaksanakan itu. Dan itu sudah kita minta ke komunitas yang menyelenggarakan,” katanya.
Terkait waktu pemberian vitamin, Heriansyah menyebut kebutuhan tersebut diupayakan disiapkan sebelum rangkaian kegiatan berlangsung. Namun, penyediaan vitamin menjadi tanggung jawab komunitas yang terlibat dalam penyelenggaraan.
“Ya, sebelum masa ini nanti, tapi itu komunitasnya yang menyiapkan,” pungkasnya. (ltf/fdl)










