Home / Hukum - Kriminal / Serba Serbi

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:35 WIB

Didi Tasidi Ziarah ke Makam Raja Kutai, Minta Restu Jadi Jaksa Agung

Didi Tarsidi berziarah ke Makam Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura

Didi Tarsidi berziarah ke Makam Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Calon Jaksa Agung 2024, Didi Tasidi,  bersama Tim Ditas berziarah ke Komplek Makam Raja Kutai Kartanegara di kawasan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Didi Tasidi tampak khusyuk berdoa di hadapan makam para leluhur Kutai. Baginya, ziarah ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk penghormatan kepada para pendahulu dan pencarian restu spiritual untuk perjalanan kariernya.

“Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martapura adalah kerajaan tertua di Nusantara, dan hari ini kami bersilaturahmi dengan leluhur untuk meminta karomah dan doa,” ungkapnya penuh hormat. Dia juga berharap bisa bertemu Sultan Aji Muhammad Arifin, yang diharapkan akan memberikan dukungan resmi atas pencalonannya.

Setelah ziarah, acara berlanjut dengan dialog di sebuah kafe di Tenggarong, tempat yang menyuguhkan suasana santai namun sarat makna. Di sini, Didi Tasidi berbicara mengenai berbagai dukungan yang ia terima dari berbagai tokoh penting. Habib Luthfi bin Yahya, misalnya, menjadi salah satu pendukung kuat yang mengharapkan keyakinan penuh dari Didi untuk maju sebagai Jaksa Agung. Nasihat Habib Luthfi menjadi pengingat bahwa dalam perjuangan besar, keyakinan total adalah kunci.

Baca Juga :  Pansus LKPJ DPRD Kaltim Mengeluarkan Sejumlah Rekomendasi kepada Pemprov

“Saya juga datang meminta restu ke tokoh agama di Pamekasan. ‘Jalur langit’ insya Allah sudah ada,” kata Didi.

Sementara, mengenai permasalahan hukum di Indonesia, menurut Didi, seringkali terjebak dalam sistem penilaian kinerja yang keliru. Aparat hukum, katanya, seringkali terpaksa memperbanyak kasus dan tangkapan demi mengejar jabatan. Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya nanti, kinerja aparat tidak akan diukur dari banyaknya tangkapan, tetapi dari keberhasilan menjaga ketertiban dan minimnya kasus baru.

Didi Tasidi juga mengungkapkan motivasinya yang tulus untuk menjadi Jaksa Agung. Menurutnya, keinginan ini bukan didorong oleh ambisi finansial, tetapi oleh tekad untuk memperbaiki sistem hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Baginya, keberhasilan dalam kehidupan diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain, bukan dari kekayaan materi.

“Kalau sampai saat ini, rezeki saya dan keluarga sudah cukup. Artinya, bisa tidur di rumah sudah cukup dengan rezeki saat ini,” tegasnya.

Intervensi politik menjadi isu penting yang juga dibahas Didi dalam dialog ini. Menurutnya, sejak awal pencalonannya, ia sudah mendapat berbagai tawaran untuk posisi menteri atau wakil menteri, namun ia menolak demi fokus pada reformasi sistem hukum sebagai Jaksa Agung.

Baca Juga :  SMSI Kukar Resmi Terbentuk, Angga Triandi Terpilih Sebagai Ketua

Dalam waktu dekat, ia berencana bertemu Prabowo Subianto, presiden terpilih, untuk menegaskan posisinya yang independen dari intervensi politik.

Didi menegaskan bahwa meskipun ia tergabung dalam tim relawan pemenangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, ia tidak terikat kontrak politik. Dukungan yang ia terima dari seluruh Indonesia, katanya, murni dan tanpa beban dari pihak manapun, termasuk dari pihak-pihak dengan kepentingan bermasalah.

“Saya tak punya beban dengan siapa pun, apalagi mendapat dukungan dari uang bermasalah. Maka, kami tak ada kepentingan,” tambahnya.

Dengan penuh optimisme, Dr. Didi Tasidi menutup acara dengan keyakinan bahwa ia dan timnya bergerak dengan niat tulus dan tanpa kepentingan pribadi. Acara ini bukan hanya sekadar dialog, tetapi juga manifestasi dari komitmen dan tekad untuk membawa perubahan dalam sistem hukum di Indonesia.

“Orang yang paling mulia adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain. Dan itulah yang menjadi tujuan saya menjadi Jaksa Agung,” pungkasnya. (fdl)

Share :

Baca Juga

Hukum - Kriminal

Pemkab Kukar Siapkan Rumah Aman Representatif untuk Anak Korban Pelecehan

Hukum - Kriminal

Hormati Proses Hukum, Disdikbud Kukar Kooperatif Usai Penggeledahan Kejati Kaltim

Hukum - Kriminal

Mahasiswa Suarakan Kritik untuk Polri, Polres Kukar Tegaskan Proses Hukum Berjalan

Advertorial

Pemerintah Kecamatan Anggana Libatkan Perusahaan Swasta Melakukan Pemugaran Makam Habib Tunggang Parangan

Bisnis

Evaluasi E-PBM, Langkah Penting Menuju Digitalisasi Bongkar Muat di Kuala Samboja

Hukum - Kriminal

Polisi Dalami Dugaan Kasus Pelecehan Anak di Kembang Janggut, Korban Mencapai 11 Orang

Pemerintah

Pemkab Kukar Siapkan Infrastruktur dan Dukungan Teknis untuk MTQ Provinsi 2026

Hukum - Kriminal

Oknum Jaksa Dicopot dan Diproses Hukum, Diduga Memeras Orang Tua Tersangka