Home / Ekonomi / Finansial / Pemerintah

Rabu, 8 April 2026 - 19:15 WIB

Pemkab Kukar Beri Bantuan Beras dan Benih Padi untuk Petani Gagal Panen di Desa Rapak Lambur

Penyerahan bantuan beras oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Rapak Lambur (Latif/Eksposisi)

Penyerahan bantuan beras oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri kepada masyarakat terdampak banjir di Desa Rapak Lambur (Latif/Eksposisi)

KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemakb) Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan beras cadangan pangan kepada masyarakat terdampak bencana gagal panen akibat banjir di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong. Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa Rapak Lambur,pada Rabu (8/4/2026).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang terdampak.

Aulia Rahman Basri menyampaikan bahwa bantuan ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami gagal panen akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.

“Ada sekitar 153 Kepala Keluarga yang terdampak dari bencana ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa beras sebanyak 9.756 kilogram atau setara dengan 1.084 karung. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam masa sulit.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kukar Menghadiri Peluncuran Gerai PIJAR, Dorong Kemandirian Perempuan Kepala Keluarga

“Harapan kita bantuan ini bisa membantu warga menyambung kehidupan dan melakukan pemulihan untuk penanaman siklus berikutnya,” ucapnya.

Selain beras, pemerintah juga memberikan bantuan benih padi sebanyak 1.250 kilogram untuk mendukung petani dalam memulai kembali masa tanam.

Menanggapi berbagai keluhan petani, Aulia memastikan pemerintah akan segera mengambil langkah konkret.

“Mana yang bisa cepat kita eksekusi, akan segera kita lakukan untuk membantu kelancaran proses penanaman hingga panen nanti,” tegasnya.

Berdasarkan data hasil verifikasi Tim Terpadu, dari total luas lahan sawah yang ditanami sekitar 342,25 hektare, sebanyak 148 hektare mengalami gagal panen (puso) dan rusak berat akibat banjir.

Jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 153 KK atau 542 jiwa, yang tersebar di beberapa wilayah, yakni RT 01, RT 04, RT 06, RT 07, RT 08, dan RT 09 di Desa Rapak Lambur.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Bagi Aparatur Desa

Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa berbagai keluhan petani selama ini telah disampaikan kepada pemerintah, terutama terkait kebutuhan alat dan infrastruktur pertanian.

“Keluhan petani seperti alsintan, irigasi, jalan usaha tani, pupuk, dan benih sudah kami tampung dan laporkan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi banjir yang kerap melanda wilayahnya dengan ketinggian mencapai 50 hingga 80 sentimeter, bahkan dapat merendam sawah hingga berbulan-bulan.

Muhammad Yusuf berharap adanya peningkatan infrastruktur seperti tanggul dan optimalisasi sistem irigasi untuk mengurangi dampak banjir ke depan.

Di akhir, ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah daerah kepada warganya.

“Harapan kami, bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan ke depan dapat terus berkelanjutan untuk kesejahteraan petani di Desa Rapak Lambur,” tutupnya. (ltf/fdl)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Distransnaker Gelar Job Fair, 1.600 Pelamar Mendaftar

Advertorial

Ketua DPRD Menghadiri Kunjungan Kerja Menteri PPPA RI ke Kaltim

Advertorial

Anggota DPRD Dorong Penguatan Sektor Pertanian di Tengah Pesatnya Perkembangan Kaltim

Pemerintah

Peringati Hari Lahir Pancasila, Sekda Kukar Ajak Masyarakat Syukuri Persatuan Bangsa

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Kurangnya Tenaga dan Fasilitas Pendidikan

Advertorial

BPBD Kukar Siapkan Pelatihan dan Pembinaan Relawan Balakarcana

Advertorial

Anggota DPRD Kutim Soroti Pembayaran Lahan Tanpa Melibatkan Kelompok Tani

Advertorial

Pemkab Kukar Menggelar FGD Bersama Seluruh Anggota Badan Permusyawaratan Desa