KUTAI KARTANEGARA, eksposisi.com – Dalam rangka menjalankan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum Merdeka Belajar.
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 018 Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) mengajarkan sejumlah keterampilan untuk membuat kerajinan dan inovasi kepada siswa.
“Salah satunya dengan mengajarkan keterampilan membuat Sulam Tumpar yang mengangkat kerajinan dan kearifan lokal dari etnis suku Dayak Benuaq,” kata salah satu guru SDN 018 Tenggarong Siti Mariamah pada Kamis (16/11/2023).
Kerajinan sulam tumpar ini adalah kerajinan tangan bordir dari budaya Dayak yang berbentuk kain. Yang kemudian bisa diolah lagi menjadi berbagai macam produk seperti dompet dan tas ataupun baju.
“Kami bekerja sama dengan komite sekolah untuk bisa mengajarkan kerajinan sulam tumpar ini kepada peserta didik. Selain untuk melestarikan budaya juga untuk menambah keterampilan yang bisa mereka pergunakan nantinya,” jelasnya.
Selain mengajarkan keterampilan kerajinan tangan, SDN 018 juga mengajarkan peserta didik untuk membuat berbagai macam inovasi. Salah satunya dengan inovasi mengolah sampah sisa makanan dan mengubahnya menjadi pupuk kompos cair untuk menyuburkan tanaman. (adv)







